Senin, 14 Februari 2011

................


cinta
aku selalu berusaha mengartikannya

kugunakan sejumlah kata..dari seribu bahasa manusia

aku sungguh tak menemukannya

cinta
aku berusaha mencari maknanya

ku tatap rembulan dalam kelamnya malam

ku hirup udara yang mengalir dalam tubuhku

ku rasakan rintikan hujan di tanganku

aku sungguh tak menemukannya

aku letih mencarinya

kemudian dia datang

aku tak mengundangnya

bahkan aku mencegah untuk memasuki relung jiwa ini

cinta itu buta

tak mengerti tanda larang yang terpalang
dia datang menjelaskan dirinya

sedetik aku tertawa

sedetik kemudian aku menangis
fluktuatif dan membuatku letih
aku menggenggamnya

kemudian dia pergi
mengambil segalanya
sambil menitipkan "rindu"

disini yang ku tahu hanya rindu pada cinta

Aku Rindu



aku tak bisa mengingat jelas wajahmu walaupun sealbum fotomu ku tatap..aku sama sekali tak bisa mengingat senyummu, tawamu, amarahmu
aku benar - benar tak bisa. aku cuma bisa merasakan bahwa keberadaanmu selalu membuatku bahagia.
kini, disini..kamu tak ada di sampingku, bersamaku berbicara tentang hal-hal yang konyol.
aku rindu........

Cinta dalam Diam


saat aku rindu padamu
saat hati ini ingin mengungkapkan rasa cintanya
bibir ini tidak lagi berbisik pada pekanya telingamu...

saat bintang ingin memancarkan sinarnya pada bumi dalam pekatnya malam
sinarnya tak langsung menyinari bumi
ada ketakutan didalam dirinya
ketakutan sang pencinta jikalau terlalu kuat memancarkan kasihnya....

menjadikan pekat hitam menyilau menjadi putih
menjadikan mata mengidap penyakit katarak
ketakutan apa yang di cintainya menjadi hancur.....

aku hanya berbisik dan mengadu kepada Pemilik hak atas hatimu..kekasihku
disepertitiga malam
saat ayam berkokok mengagumi sederetan malaikat bersayap
menghampiri sujud para pencinta
disujudku..ku berkali-kali tanpa keluh mengucap namamu
aku rindu..aku cinta
entah malam ini malam keberapa..aku sudah mulai berhenti berhitung

seperti bintang..bintang mengijinkan bulan untuk memancarkan sinarnya di malam hari
mengijinkan pemujanya membuka jendela dan berkhayal tentang surga cinta
mengijinkan setiap jejal kata para pemuja dipersembahkan untuk rembulan
sang bintang hanya mengintip dari jejauhan
apakah cintanya telah hinggap ke bumi?
apakah dia bahagia?

kekasihku..aku hanya bisa mencintaimu dalam diam
terungkappun akan merusak diriku dan dirimu
biarlah dengan diam
asal dirimu bahagia
janganlah takut gelap lagi
kuijinkan rembulan menemanimu
kuijinkan dia menjadi permaisuri hatimu
kuijinkan dia menerima pengajuan janjimu
kuingat saat bibirmu mengucap janji padanya

agar tak lupa
kamu memahatkan janji ditangannya...sambil merangkulnya
sangat indah...kamu bahagia?
itulah cinta
tidaklah harus memiliki

Tak Berbalas


cemburu itu memerah dari merah menjadi tambah merah / rindu itu memekat dari pekat menjadi tambah pekat / sibuk mengubah diri menjadi tingkatan yang lebih tinggi / aku tertawa bak keledai yang tercekik muntahannya sendiri / buat apa ada rindu dan cemburu ????? / jikalau dia tak pernah kau miliki / alangkah lucunya hati yang dihinggapi cinta bertepuk sebelah tangan

Secarik Foto


rintik hujan terdengar merdu malam ini
seakan tak mengenal fase badai
rembulan terlena dalam pekat malam
seakan pagi enggan merenggut singgasananya
seperti saat aku menatap wajahmu kekasihku...
damai...
tak kuijinkan mata ini terkatup bahkan sedetikpun
malam ini kamu milikku
walau hanya gambar dirimu yang kumiliki dalam genggaman
secarik foto wajahmu..