
saat aku rindu padamu
saat hati ini ingin mengungkapkan rasa cintanya
bibir ini tidak lagi berbisik pada pekanya telingamu...
saat bintang ingin memancarkan sinarnya pada bumi dalam pekatnya malam
sinarnya tak langsung menyinari bumi
ada ketakutan didalam dirinya
ketakutan sang pencinta jikalau terlalu kuat memancarkan kasihnya....
menjadikan pekat hitam menyilau menjadi putih
menjadikan mata mengidap penyakit katarak
ketakutan apa yang di cintainya menjadi hancur.....
aku hanya berbisik dan mengadu kepada Pemilik hak atas hatimu..kekasihku
disepertitiga malam
saat ayam berkokok mengagumi sederetan malaikat bersayap
menghampiri sujud para pencinta
disujudku..ku berkali-kali tanpa keluh mengucap namamu
aku rindu..aku cinta
entah malam ini malam keberapa..aku sudah mulai berhenti berhitung
seperti bintang..bintang mengijinkan bulan untuk memancarkan sinarnya di malam hari
mengijinkan pemujanya membuka jendela dan berkhayal tentang surga cinta
mengijinkan setiap jejal kata para pemuja dipersembahkan untuk rembulan
sang bintang hanya mengintip dari jejauhan
apakah cintanya telah hinggap ke bumi?
apakah dia bahagia?
kekasihku..aku hanya bisa mencintaimu dalam diam
terungkappun akan merusak diriku dan dirimu
biarlah dengan diam
asal dirimu bahagia
janganlah takut gelap lagi
kuijinkan rembulan menemanimu
kuijinkan dia menjadi permaisuri hatimu
kuijinkan dia menerima pengajuan janjimu
kuingat saat bibirmu mengucap janji padanya
agar tak lupa
kamu memahatkan janji ditangannya...sambil merangkulnya
sangat indah...kamu bahagia?
itulah cinta
tidaklah harus memiliki